Budaya Seragam Sailor (Gakuran) Jepang

  • Whatsapp

Bagi pencinta film kartun Sailor moon yang sangat populer di tahun 90-an di Indonesia, pasti mengenal sekelompok jagoan gadis muda dengan kekuatan magis dalam memerangi kejahatan dengan menggunakan kostum seragam sailor atau pelaut. Namun seragam sailor moon tersebut, di Jepang dinamakan gakuran yang merupakan seragam sekolah SMP dan SMA di Jepang.

 Seragam Sailor (Gakuran)

Bacaan Lainnya

Film kartun Sailor moon mempunyai andil memperkenalkan gakuran yaitu seragam sekolah di Jepang untuk jenjang SMP dan SMA, ke seluruh penjuru dunia. Hanya saja di film tersebut dimodifikasi agar semakin cute.

Berikut ulasan Gakuran sebagai budaya seragam sekolah di Jepang, yang ditulis oleh Riana Cahyani, pendidik, saat ini berdomisili di Jepang dan mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah dasar di Minoh City, Osaka, yang dimuat di Majalah Guru1000,

Seragam Gakuran

Seragam sailor menjadi sangat mendunia dan sangat populer diantara pelaku cosplay, yaitu orang yang berdandan khusus menirukan karakter kartun favoritnya di berbagai negara. Ratusan judul manga (komik Jepang), anime (film kartun Jepang), dorama (opera sabun Jepang) memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mempopulerkan seragam ini ke dunia pop.

Baca juga:  Tradisi Hanami Di Ueno Park Jepang

Dalam cerita-cerita tersebut seragam sailor selalu identik dengan para remaja yang cute, manis, muda dan bersemangat. Seragam sailor tidak hanya populer sebagai sebuah kostum tapi juga sebagai sebuah budaya pop lengkap dengan segala atribut dan aksesoris-aksesorisnya.

Gakuran atau seragam sailor pertama kali diperkenalkan di Jepang pada ahir abad 19. Seragam ini memang didesain berdasarkan seragam formal militer pada jaman Meiji dengan sedikit pengaruh dari pakaian ala Eropa. Sekolah menegah pertama dan atas umumnya menggunakan seragam gakuran ini.

Warna yang digunakan biasanya adalah hitam, tetapi ada juga beberapa sekolah menggunakan warna biru navy. Seragam sailor ini hanya untuk anak perempuan, sedangkan anak laki-laki menggunakan seragam yang menyerupai seragam militer.

Seragam sailor tidak memiliki banyak kombinasi. Hanya ada 2 tipe seragam, yaitu dengan atasan putih untuk musim panas dan warna gelap untuk musim dingin. Pada hari-hari yang sangat dingin para siswa umumnya menambahkan jaket atau cardigan berwarna senada di atas seragam sailor tersebut.

Baca juga:  Matsuri - Festival Budaya Jepang

Di Jepang sendiri seragam sailor juga sangat populer. Tidak hanya karena memang itulah seragam sekolah mereka tetapi juga karena dunia industri telah menciptakan kesan bergengsi pada seragam ini. Seragam ini bukan hanya seragam biasa bagi kebanyakan orang, tapi telah menjadi tren yang menjadi bagian dari gaya hidup remaja di Jepang.

Para siswa biasanya membeli gakuran ini dari sekolah. Beberapa sekolah swasta bahkan menunjuk penjahit khusus untuk menyiapkan seragam bagi murid-muridnya. Harga gakuran bervariasi tetapi yang jelas sangat mahal karena kualitasnya bagus.

Satu set gakuran buatan penjahit biasa dihargai hingga 80.000 yen yang setara dengan sekitar 8 juta rupiah. Karenanya harganya yang mahal ini maka jadi hal yang normal dalam sebuah keluarga yang bersekolah di tempat yang sama untuk menurunkan pemakaian gakuran ini dari kakak ke adiknya.

Banyak siswa tetap menggunakan seragam gakuran ini sekalipun pada hari-hari dimana sekolah tidak mewajibkannya karena dengan mengenakannya mereka merasa jauh lebih keren, bergaya cute dan menjadi bagian dari fashion yang mendunia.

Baca juga:  Oshogatsu, Perayaan Tahun Baru Orang Jepang

 

Budaya Seragam Sailor (Gakuran) Jepang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code